Keringat Dingin Bisa Jadi Merupakan Gejala Penyakit Berbahaya

Keringat Dingin Bisa Jadi Merupakan Gejala Penyakit Berbahaya – Pernahkah tubuh Anda terasa mengeluarkan keringat dingin?. Jika pernah, tidak ada salahnya dalam kesempatan ini kita akan coba mengulasnya, karena bisa saja hal itu merupakan kondisi yang biasa-biasa saja, namun bisa juga merupakan gejala dari penyakit yang berbahaya.

Keringat dingin

Secara umum, tubuh akan mengeluarkan keringat apabila tubuh sedang melakukan aktifitas fisik atau ketika suhu udara di sekitar kita terasa panas. Hal ini merupakan respon tubuh untuk menjaga kondisi kulit agar tetap lembab dan tidak terjadi kekeringan.

Keringat Dingin Bisa Jadi Merupakan Gejala Penyakit Berbahaya

Keringat dingin bisa juga terjadi pada malam hari dan bukan merupakan akibat suhu panas atau aktifitas fisik, biasanya keluar pada tubuh bagian ketiak, telapak tangan, dan kaki. Dalam dunia kedokteran keringat seperti ini disebut sebagai diaforesis, yaitu keringat yang keluar akibat dari fikiran yang sedang mengalami stress.

Munculnya keringat dingin yang paling sering adalah akibat fikiran yang mengalami stress, atau bisa juga akibat perasaan cemas, dan panik. Namun begitu keringat dingin bisa juga muncul sebagi akibat adanya gangguan pada tubuh dan gejala penyakit serius yang dapat mengancam jiwa, seperti serangan jantung dan reaksi alergi parah.

Jika keringat dingin muncul sebagai akibat serius karena terjadinya ganguan fungsi jantung dan tekanan darah yang tidak normal, maka hal ini dapat dipicu oleh:

  1. Serangan jantung.
  2. Perdarahan internal atau perdarahan yang terjadi di dalam tubuh.
  3. Kadar oksigen dalam darah yang terlalu rendah.
  4. Gula darah yang terlalu rendah.
  5. Tekanan darah rendah.
  6. Infeksi sistemik, yaitu infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi organ tubuh.

Adapun sebab lain dari keluarnya keringat dingin dan bukan merupakan sebagai akibat gangguan jantung dan tekanan darah adalah:

  1. Anafilaksis, yaitu reaksi alergi parah yang dapat juga mengancam nyawa.
  2. Demam.
  3. Heat exhaustion, yaitu kelelahan karena terlalu lama terpapar panas matahari.
  4. Keringat berlebih.
  5. Infeksi dan penyakit menular.
  6. Menopause atau perempuan yang mengalami berhenti siklus menstruasinya.
  7. Nyeri parah.
  8. Stress dan kecemasan.
  9. Toxic shock syndrome.
  10. dan muntah.

Mendiagnosis penyebab dari terjadinya keringat dingin pada tubuh.

Jika Anda ke dokter untuk memeriksakan penyebab dari keringat dingin yang sering Anda alami, maka dokter untuk mendiagnosa penyebabnya, umumnya ia akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang selama ini Anda temui dan untuk dapat mendiagnosa secara tepat. Pertanyaan tersebut biasanya terdiri dari:

  1. Sejak kapan mengalami keluhan keringat dingin?.
  2. Apakah saat ini mengalami perasaan cemas, stress karena sesuatu permasalahan pribadi, keluarga atau pekerjaan?.
  3. Apakah saat ini sedang mengalami sakit tertentu?.
  4. Apakah sebelum keluar keringat dingin mengalami tergigit serangga, atau memakan/ meminum suatu jenis makanan/minuman yang baru dijumpai dan dirasakan?.
  5. Apakah saat ini sedang mengalami demam atau infeksi?.
  6. Apakah ada gejala lain selain keringat dingin yang saat ini sedang dialami?.

Keringat dingin bisa saja merupakan gejala dari penyakit yang serius dan dapat mengancam keselamatan jiwa, contohnya seperti TBC, angina, atau serangan jantung. Oleh sebab itu cara paling tepat untuk mengetahui penyebab dan mengatasinya adalah dengan secepatnya memeriksakan ke dokter terdekat.

Jadi, Anda jangan pernah menganggap remeh kondisi keluarnya keringat dingin, terlebih jika dibarengi dengan gejala lainnya yang mencurigakan, karena dapat saja hal itu merupakan penyebab dari adanya penyakit yang serius dan secepatnya mesti ditangani secara medis sehingga peluangnya untuk selamat lebih besar jika dibandingkan Anda menunda-nundanya. Trulum synergy